Tim dolanan anak tradisional Racana UMK
yang terdiri atas A. Lutfi N. Ahyan, R. Yusroni, Dyah Emilia Ulfa, dan
Fathun Nikmah ini membawakan dolanan ‘’Boy-boynan’’ yang populer di
Kudus dan Jepara. ‘’Dolanan lapangannya diberi waktu 1,5 jam,’’ ujar
Yusroni, Ketua UKM Racana.
Namun sebelum dolanan lapangan,
masing-masing tim dari semua peserta harus mempresentasikannya terlebih
dahulu. ‘’Presentasi mengenai dolanan anak yang diangkat, masing-masing
kelompok lima menit,’’ ujarnya.
Yusroni menambahkan, selain diangkatnya
dolanan ini dalam lomba di jambore yang digelar di Yonif Zeni Tempur,
Ambarawa karena ini dulu banyak dimainkan anak-anak, tetapi anak
sekarang jarang yang tahu. ‘’Menariknya dolanan ini, karena permainannya
seru. Selain itu, banyak juga filosifi yang terkandung, yakni belajar
kebersamaan dan kekompakan, berlatih strategi, serta harus
bekerjasama,’’ lanjutnya menambahkan.
Yusroni dan tim yang diterjunkan di jambore ini pun mengaku bahagia, karena bisa memetik satu penghargaan dengan keterbatasan waktu yang dimiliki. ‘’Persiapan hanya satu minggu, jadi kami cukup panik karena harus mempersiapkan segalanya, tidak cuma untuk lomba,’’ terangnya.
Dyah Emilia Ulfa, mengemukakan hal senada. ‘’Senang bisa membawa penghargaan, karena UMK bisa dikenal. Apalagi ini kegiatan yang cukup bergengsi, diikuti oleh 35 perguruan tinggi di Jawa Tengah,’’ katanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar